Frasa Nomina

Orang bilang, usia muda itu identik dengan kebebasan, erat akan hal-hal segar yang menyenangkan serta memiliki kemampuan berfikir yang lebih menghasilkan ide brilliant. Ketika orang lain menganggap bahwa benar begitu adanya bagiku pribadi, aku kurang setuju.

 Aku merasa terbebani  ketika mendengar ungkapan seperti itu, sekarang apabila mencari pekerjaan juga sama, usia merupakan indikator utama dalam memilih kandidat karyawan baru,  mengapa usia menjadi tolak ukur keahlian seseorang? 

padahal misalnya untuk mendapatkan hasil memuaskan dari sebuah karya, tidak hanya anak muda yang mampu menciptakan hal luar biasa,  semua yang tengah dikerjakan baik itu oleh anak muda hingga orang yang sudah tua hanya akan lebih baik bilamana anggapan tentang frasa nomina terkait usia itu tidak ada, harmoni akan tercipta jika ide dari semua kalangan disatukan tanpa meninggikan salah satu diantaranya. 

Meski  usiaku masih 20 tahunan, dan aku tergolong anak muda namun aku ingin bebas dari anggapan frasa nomina yang ada, aku merasa belum memiliki kompetensi mumpuni yang diharapkan orang-orang pada umumnya terhadap generasi muda, 

yang menjadi masalah adalah aku tidak ingin terbebani oleh harapan yang tersembunyi dibalik frasa nomina itu sendiri. Kita ambil contoh, banyak orang beranggapan Lulusan dari jurusan tertentu berarti orang tersebut memiliki potensi besar di bidang yang linier dengan jurusanya, lulusan seni harus pandai menciptakan sesuatu yang artistik,

 lulusan ekonomi harus mampu menciptakan bisnis yang inovatif,aku yang lulusan hukum harus berkarir di dunia legal pula, bagiku anggapan seperti itu wajar adanya namun  perlu diketahui bahwa tak jarang juga diluar kemampuan kognitif seseorang ada kemampuan-kemampuan lainya, tidak bisa hanya dikaitkan dengan jurusan yang sebelumnya diambil. 

Aku ingin terbebas, hidup tanpa frasa nomina yang ada, daripada berfokus pada hal-hal di diriku yang masih banyak kekuranganya sekarang aku ingin berfokus pada kemajuan dari hal-hal yang sudah kulakukan sembari menggali potensi lain di diriku tanpa batasan, tanpa terbebani frasa nomina.

Komentar

Posting Komentar