Menghargai Proses

Menginjak usia 20 tahun keatas kita masih dalam proses pencarian jati diri hingga pada akhirnya menemukan orientasi hidup. Dalam berproses hal yang perlu kita tanyakan terhadap diri kita  adalah apakah saat ini sudah memaksimalkan waktu dengan baik?  apakah fluktuatif progres hidup sudah naik di banding hari sebelumnya? sudah mampukah kita keluar dari zona nyaman? sebenarnya pertanyaan-pertanyaan tersebut hanya akan bisa terjawab oleh diri kita sendiri ketika kita mengevaluasi diri,  kita harus menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut sebijak mungkin.

Terkadang diri kita ini jauh lebih dari apa yang kita pikirkan, kita lebih berkompeten dari apa yang kita bayangkan,  meski tanpa tepuk tangan dan pengakuan orang lain kita sedang "tumbuh". Semakin berliku-liku tantangan dalam hidup semakin naik level kemampuan kita. Ketika aku melihat bunga edelweiss, bunga daisy, pohon cantigi  dan tanaman cantik lainya yang menghiasi jalan di pegunungan aku terpesona akan keindahanya, bunga-bunga dan pepohonan cantik tersebut hanya dapat  dijumpai di dataran tinggi yang memiliki jalanan berkelok-kelok dan tidak mudah dilalui bukan di jalanan yang mulus seperti jalan di perkotaan. Jalan yang  halus dan nyaman memang memudahkan kita untuk lewat namun tidak ada bunga edelweiss, daisy, dan cantigi tumbuh di sana.  

Kita sendirilah yang memiliki Integritas atas diri kita, kita sendiri yang paham bagaimana kemajuan diri kita dibanding hari-hari sebelumnya. Jangan pernah membandingkan diri kita dengan orang lain yang tentu memiliki jalaan dan proses berbeda dari kita. Apakah sejauh ini kita sudah menjadi versi terbaik dari diri kita? tentu kita yang sekarang jauh lebih capable dari diri kita yang sebelumnya mengingat kita sendiri sudah mampu melewati rintangan demi rintangan di hari sebelumnya dan masih menghembuskan nafas hari ini. Meski terkadang realitas tidak sesuai denga impian namun  sejauh ini hal yang terpenting adalah kita sudah berani memulai dan membuat pilihan dengan melakukan hal yang kita senangi, memaksimalkan diri dalam mengupgrade ilmu, mengembangkan skill, tetap tegak berani melangkah meski berkali-kali jatuh, terlepas dari apapun hasil akhirnya yang terpenting adalah kita telah berani berproses. Terkadang hidup memang tidak semakin mudah namun kitalah yang semakin kuat.

Kita sudah diberikan anugrah berharga oleh Allah berupa waktu, waktu itu adalah hadiah, tidak semua orang memiliki waktu lebih, sebagian dari kita banyak yang tutup usia di masa mudanya, seharusnya dengan mengetahui betapa berharganya waktu kita semakin menghargai diri kita sendiri serta berusaha untuk tetap bertahan sembari menikmati proses, jangan sia-siakan hari ini dengan bersedih karena belum tentu hari esok adalah milik kita, hargailah hidup ini dan tetap meningkatkan spiritualitas agar tercipta rasa damai. Ingatlah bahwa tidak ada satupun orang yang bisa merasa puas akan hidupnya sesuperior apapun dia pasti belum mudah merasa puas atas pencapaianya. 

Apabila kita hanya menunggu datangnya final destinasi kesuksesan dan kesejahteraan hidup yang hakiki maka semua angan-angan itu bisa jadi hanya khayalan semu, semua yang ada di dunia ini fana dan bersifat sementara, baik itu susah senang tidak ada yang kekal. Dalam perjalanan hidup kita harus berdamai dengan diri sendiri, memaafkan kesalahan diri sendiri dan paham bahwa setiap kegagalan yang kita alami adalah bagian dari pendewasaan hidup sebagai manusia, manusia lain juga tidak ada yang luput dari kegagalan, mereka mencoba lagi dan lagi karena begitulah cara orang bertahan hidup yaitu mengumpulkan keberanian untuk melewati tantangan dan melawan rasa takut sampai mereka berhasil.

Syukuri hari ini, hargai kerja keras diri, dengan begitu kita siap menjalani hidup di hari berikutnya dengan lebih baik tanpa berfikir berlebihan, kebanyakan penyakit itu sumbernya dari fikiran dan tidak ada satupun dari kita yang tahu apakah dikemudian hari prediksi-prediksi buah dari overthinking kita tersebut benar terjadi atau justru sebaliknya.

Kedewasaan emosional kita terbilang sudah matang apabila kita sudah  membiasakan  diri kita untuk  merasakan segala hal, menerima dan belajar dari kesalahan toh tidak ada manusia sepurna yang luput dari kesalahan, ingat bahwa setiap kejadian pasti memiliki hikmah dibaliknya. Pena sudah diangkat dan tinta sudah kering, hidup ini tidak semua mampu kita handle dengan tangan kita, ada kekuasaan yang jauh  lebih diatas kita yang mengatur segalanya. Semua hal terjadi atas kehendak Allah SWT, jalan hidup kita ditulis oleh sebaik-baiknya perencana lantas apa lagi yang perlu dikhawatirkan? jangan menunggu bahagia hingga mencapai sesuatu namun ciptakan bahagia dengan menghargai setiap proses dalam kehidupan.

Komentar

Postingan Populer