Read this when you feel hopeless

Ada banyak perkara dalam hidup yang menyimpan makna dan hikmah dibaliknya, namun tak jarang juga segala peristiwa tidak mengenakkan terjadi memang karena hal tersebut harus terjadi tanpa perlu kita analisis lebih dalam tentang apa nilai pembelajaran yang bisa kita petik, dibiarkan terjadi dan hanyut begitu saja, tidak segala hal perlu kita ketahui karena bisajadi dengan mengetahui kita bisa lebih terluka.

 Ketika kalian melihat seseorang yang tengah berjalan terlihat terluka lalu tidak sengaja kalian menyentuh luka itu sehingga dia teriak maka hal tersebut sangat wajar, baik luka batin maupun luka fisik memang tak jarang membuat pemilik luka tersebut cenderung bersikap arogan, bukan tanpa sebab karena memang luka yg tengah ia rasakan begitu dalam sehingga membuat sikap orang  tersebut berbeda. Yang lebih  parah dibalik sikap orang terluka adalah dibanding bersikap buruk dia memilih diam, mau lukanya kita sentuh atau bahkan kita sakiti sehingga lebih lebam, pemilik luka tersebut memilih untuk tetap tidak bereaksi ya begitulah tingkat tertinggi "luka".

Kita ini terbatas, tidak memiliki kemampuan lebih dalam hal memahami perasaan orang lain, maka dari itu alih-alih menjadi hakim yang menjustifikasi orang alangkah baiknya kita diam. Dewasa ini banyak orang yang salah dalam menilai orang lain, menganggap diri mereka bisa membaca seluruh isi pikiran orang lain lalu mengklaim orang yang memiliki kepribadian dingin adalah orang "jahat", sungguh apabila kalian tau di setiap manusia tidak ada yang benar-benar jahat, pun juga kebalikanya,  tidak ada manusia yang benar-benar baik, maka dengan menyimpulkan karakter seseorang hanya dari satu sisi dirasa kurang bijak.

Kemarin aku baru menyelesaikam bacaanku  yaitu buku karya Matt Haig salah satu  penulis best seller New York Times  bukunya yang berjudul a reason to still alive begitu mendunia, buku tersebut menggambarkan kilas balik sosok Matt Haig yang berjuang untuk tetap hidup dan berkali-kali selamat dari percobaan bunuh diri. Pada saat itu angka bunuh diri di New york masih amat tinggi, presentase bunuh diri laki-laki sebab depresi  jauh lebih tinggi dibanding perempuan, memang diceritakan pada saat mengalami depresi tersebut Matt Haig masih hidup di tahun 90an yangamana teknologi belum berkembang pesat dan pengobatan untuk penyakit mental masih kurang optimal.

Beruntung Matt haig memiliki keluarga yang hangat dan istri yang suportif sehingga memudahkan proses beliau dalam penyembuhan, lantas bagaiman dengan orang lain yang tidak seberuntung Matt Haig bisa bertahan? tentu banyak alasan lain, masuk di halaman akhir banyak kumpulan twitt dengan has tag alasan untuk tetap hidup, diantaranya adalah  ada yang karena takut apabila nekat bunuh diri nanti kucing-kucing yang mereka pelihara tidak ada yang memberi makan, takut teman-teman mereka bersedih, ada banyak buku milik mereka dan tempat yang belum sempat mereka kunjungi, dll sehingga orang-orang yang menulis twitt tersebut memilih bertahan hidup.

Dengan membaca buku A reason to still alive membuat aku menyadari  meski tak banyak tapi paling tidak masih ada beberapa alasan untuk tetap melanjutkan hidup. Ada kutipan yang paling aku sukai ketika menonton film animasi kesukaanku, film Finding nemo, kutipan tersebut mengatakan bahwa : tetaplah berenang jika hidupmu sulit tetaplah berenang jangan berhenti. Ingat bahwa saat kita berada didasar lembahpun masih bisa tersinari cahaya,begitulah hidup saat kita jatuh tersungkur kebawah lebih baik berusaha berdiri dibanding mati toh kehidupan hanyalah sementara baik susah senang mari tetap berjuang jangan menyerah pada keadaan. Kita pasti menemukan jalan.

Komentar

Postingan Populer