Risiko Verbal Abuse
Pernahkah kalian mendengar istilah verbal abuse? verbal abuse adalah kondisi ketika seseorang menggunakan kata-katanya untuk menyerang, mendominasi, mengejek, memanipulasi, dan/atau merendahkan orang lain sehingga berdampak negatif pada kesehatan psikologis orang tersebut. Tak jarang aku menjumpai orang yang bersikap demikian dan seringkali terdengar secara implisit dalam sebuah candaan.
Kemarin di medis sosial banyak yang membahas momen ketika Will Smith menampar Chris Rock pada sebuah acara penghargaan, ketika itu Christ Rock melemparkan candaan tentang tampilan fisik istri Will Smith pasca memangkas habis rambutnya, tindakan tersebut spontan membuat Will Smith geram hingga naik ke panggung untuk menampar Christ Rock.
Tindakan kekerasan yang dilakukan Will Smith sebagai public figure tentu tidak dibenarkan, dan mendapat banyak kritik serta kecaman di dunia maya, namun tak sedikit juga nitizen yang membela tindakan Will Smith tersebut karena ikut sakit hati ketika melihat Christ Rock menjadikan kondisi fisik seseorang sebagai candaan.
Kalau menurut kalian bagaimana? salah atau tidak ketika Will Smith menampar Christ Rock ? Aku pribadi tidak membenarkan tindakan Will Smith namun sebagai Host dan Komedian sudah seharusnya lebih cerdas dalam melontarkan candaan bukan menjadikan kondisi fisik seseorang sebagai lelucon.
Nampaknya banyak orang terkemuka di luar sana menguasai nilai pendidikan secara teoritis namun secara praktik masih banyak kekurangan terutama dalam melontarkan setiap ucapan kepada orang lain yang tidak sadar ada unsur abusif dalam perkataanya, jika menjumpai orang yang sering ngotot dalam berargumen sebenarnya hal tersebut merupakan cerminan dari tingkat kecerdasan emosionalnya yang masih tergolong rendah.
Tindakan Verbal abuse yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain terkadang merupakan representasi dari masa lalu orang tersebut yang berkemungkinan pernah mengalami tindakan verbal abuse sehingga memicu ia untuk melakukan hal serupa kepada orang lain guna melampiaskan rasa bencinya.
Dengan mengetahui hal tersebut maka ketika kita tengah mendapati orang berkata kasar kepada kita tanpa sebab pasti, jangan diambil hati karena belum tentu kita yang salah, bisa jadi orang yang mencelalah yang bermasalah dengan diri mereka sendiri. Alih-alih membalas kita justru harus kasihan kepada mereka karena hal tersebut mencerminkan luka mereka sendiri.
Orang seperti itu banyak kita jumpai, jangan memasukkan hati omongan orang yang tidak berkontribusi apapun dalam hidup kita. Ingat bahwa orang cerdas akan cenderung berbicara dengan lebih listenable dan bisa menyaring kalimat dengan baik bukan malah sebaliknya.
Aku sering mendengar cerita tentang pengalaman verbal abuse dari teman-temanku antara lain tentang kekerasan verbal antara dosen pembimbing skripsi dan mahasiswa yang banyak terpampang di dunia maya, banyak Dosen pembimbing yang berlaku semena-mena dalam menilai , ada yang mengatai lembar skripsi "sampah", dan Kritikan pedas lainya tanpa memberi tahu letak pasti kesalahan mahasiswa tersebut.
Kita tidak pernah tahu alasan pasti seseorang mengalami keterlambatan dalam pengerjaan tugas akhirnya, bisa jadi karena terbatasnya ekonomi hingga menyulitkan dalam membuat kajian penelitian yang kadang menarik kocek lumayan seperti temanku kemarin, ada juga yang bermasalah dengan laptopnya yang harus diperbaiki namun belum memiliki biaya.
Ada temanku lagi yang harus mengulang di smester berikutnya karena dosen yang membimbing tugas akhirnya sulit dihubungi sebab memiliki pekerjaan lain selain sebagai dosen. Pada tahun 2021 lalu di portal media online ada berita menggegerkan yang memberitakan tentang adanya salah satu Mahasiswa dari Universitas yang terkemuka di kota Malang nekat mengakhiri hidupnya karena tertekan selama menyelesaikan tugas akhir mendengar kabar tersebut sungguh mengejutkan jagat maya.
Selanjutnya yang paling sering dijumpai di muka umum tidak lain adalah kekerasan verbal yang terbiasa terdengar sarkas dari tetanga yang suka mengomentari dan mencari kesalahan tetangga yang lainya. Sering orang bertanya kapan nikah? padahal jelas tahu orang yang sedang ditanya masih jomblo haha memang lucu tapi sedikit sakit kawan, lain kali apabila ingin menanyakan kapan menikah tolong disediakan calon, katering, dan sewa Hall ya , canda sedikit haha
Intinya jangan bertanya pertanyaan menyakitkan yang kalian sudah tahu jawabanya. Tindakan yang bisa membuat orang lain terluka secara mental tentu bisa dikategorikan kejahatan berat karena sebenarnya mereka secara tidak sadar telah mengikis tingkat percaya diri orang lain dan menghancurkan mental orang yang dibentak atau digunjingnya.
Ternyata tinggi rendahnya pendidikan seseorang juga tidak bisa menjadi tolak ukur moralnya dalam bermasyarakat, tak jarang meski sudah memiliki gelar sarjana tetap saja suka bicara sembarangan tentu saja ilmu yang dia pelajari semasa perkuliahan sia-sia karena implementasinya tidak ada.
Perhatikan baik-baik sebelum berbicara belum tentu lawan bicara kita sedang baik-baik saja bisa jadi banyak tekanan yang tengah ia rasakan maka sudah seharusnya kita menjaga lisan.Terlebih bagi orang tua harus mengetahui ilmu parenting yang baik, karena baik buruk anak tergantung orang tuanya, ketika tidak sanggup memberikan nasihat yang baik setidaknya perhatikan kondisi psikis anak, tidak ada anak yang murni nakal, semua tergantung luka anak tersebut.
Miris sekali saya juga sering melihat orang tua memukul anak mereka dengan alasan didikan keras dapat menjadikan anak lebih kuat di masa depan, seharusnya ketika marah ucapkan afirmasi yang baik bagi anak jangan malah mengutarakan kata-kata yang mencelanya karena hal tersebut bisa berakibat fatal, membuat anak rentan depresi hingga mengakhiri hidup.
Wahai orang tua anakmu tidak pernah meminta dilahirkan, kalianlah yang menghadirkan mereka maka jagalah batasan, sungguh ketika di titik terendah dalam hidup seorang anak, kalimat dukungan dari orangtuanya amatlah berharga. Dan lagi Untuk bos yang berkuasa dalam suatu perusahaan janganlah dengan mudah mengeluarkan kata-kata dengan unsur kekerasan verbal didalamnya, memang kalian petinggi namun tanpa karyawan kalian juga tidak mungkin bisa menjalankan perusahaan dengan baik.
Dalam hidup ini sering berlaku hukum tabur tuai, apabila kita bersikap baik kepada orang lain maka kita akan mendapat kebaikan begitu pula sebaliknya, Untuk siapapun tetaplah menjadi humanis ditengah dunia yang semakin hari semakin miris, ingatlah kata-kata lebih tajam dari pisau.
Komentar
Posting Komentar