Ngomongin Introversi

Pada dasarnya aku ga terlalu percaya sih sama teori ekstroversi maupun introversi, emang ada orang yang cara recharge diri mereka adalah dengan bersosial dan ada juga yang prefer sendirian tapi ga mungkin selalunya totally alone or totally always spend time with other people.

 Kalau menurutku semua manusia ya seperti kodrat awalnya yang memang ga bisa hidup sendiri, buat recharge energi ga bisa pure sendirian terus akhirnya bisa ke-heal  semua energi2 negatif, (contoh : orang yang lebih suka habisin waktu sendiri buat baca buku, itu buku kan juga karya tulis yangmana penulisnya juga manusia dan secara tidak langsung itu ga ada bedanya dengan kita menyelami pikiran orang lain, berinteraksi juga tapi dalam bentuk lain) semua dari kita pasti butuh peran orang lain.

Kecenderungan orang buat menjadi pribadi yang introvrert bisa jadi karena ketidaknyamananya sama lingkungan, entah perbedaan pola pikir maupun visi. Introvert itu bukan orang yang pemalu, pendiam, atau sampe anti sosial cuman dia lebih seneng sendirian.

 Rata-rata orang yang dikatakan introvert dan yang aku kenal mereka itu deep thinker, analitis, dan penuh kehati-hatian, mereka ga jauh beda sama anak-anak ekstrovert, mereka toh  suka juga diajak ngobrol banyak hal random sampai hal-hal yang sifatnya filosofis. Kalau dikembalikan ke diri aku sendiri, MBTI aku adalah yang awalan hurufnya  (I). 

Aku tergolong introvert tapi kalau boleh jujur aku seneng sebenarnya bersosial cuman ada beberapa golongan atau kelompok manusia yang aku gabisa include didalamnya karena alasan tertentu. Ketika merasa ada kecocokan meski berkumpul dengan banyak orang aku bakalan tetap ikut cair juga dalam obrolan mereka. 

Anak-anak ekstrovert itu juga sama, mereka pasti juga tetep butuh me time buat diri mereka sendiri buat berdialog dengan diri mereka sendiri dan mengumpulkan atau memulihkan energi. Karakter orang itu kompleks menurutku dan ga bisa cuma dikategorikan ekstrovert atau introvert, orang bisa berubah kapanpun tergantung kondisi lingkup sosial mereka. 

Komentar

  1. Kita ini bukan setetes air di dalam samudra. Akan tetapi, kita ini adalah samudra di dalam setetes air.

    Manusia memang unik. Sidik jari pun setiap individu beda-beda. Pun begitu dengan sidik pemikiran, sidik pengetahuan, sidik pemahaman dll.

    BalasHapus
    Balasan
    1. cabup Blitar 2050 ini emang kalau ngomong suka bener wkwk

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer