Tips Mencegah Holiday Blues
Pasca Hari Raya Idul Fitri waktunya kembali ke rutinitas awal yaitu bekerja. Alih-alih menikmati sisa hari libur sebagian orang justru merasa cemas,malas, bahkan stress karena gamau kenyamanan hari libur berakhir jadinya nggak bisa menikmati waktu yang masih tersisa.
Wajar sih that's normal karena semasa libur kita baru aja nyiptain habit baru yangmana itu berbeda dengan siklus hidup kita selama hari-hari produktif kerja, jadinya tubuh kita yang udah punya kebiasaan baru ini cukup sulit diajak kerja sama. Kali ini aku bakalan sharing 5 tips untuk mencegah holiday blues, antara lain :
1. Batasi Penggunaan Gadget/ Jika Perlu matikan sementara
Di zaman serba cepat seperti sekarang ini dengan mudahnya kita bisa nemuin kebahagiaan dengan cara scrolling sosial media terus menerus, tanpa sadar bukan kita lagi yang memegang kendali atas waktu kita tapi justru gadget yang mengendalikan waktu kita sehingga kita bisa seharian penuh hanya asik bermain gadget tanpa melakukan hal-hal yang bermanfaat.
Sebenarnya ada juga konten dari media sosial yang sifatnya edukatif dan ga masalah buat di tonton asal kita punya management waktu yang pas, semisal boleh main HP tapi tetap kita kasih batasan. Intensitas bermain HP yang berlebihan ga cuma membuang waktu berharga kita selama liburan tapi juga mental kita bisa terganggu ketika melihat kehidupan orang lain yang terpampang di sosial media terlihat sempurna, jauh lebih bahagia daripada kita,
punya pencapaian luar biasa di usia muda, pasangan yang idaman, dll lalu kita membandingkan hal tersebut dengan diri kita yang hidupnya masih biasa-biasa saja, membuat diri semakin merasa inferior, dan mudah insecure padahal kenyataanya segala yang diunggah di media itu banyak palsunya, lagian tidak mungkin juga pas waktu sedih orang mengunggah ke halaman sosial media mereka. Sebagai pengguna yang bijak alangkah baiknya kita hindari banyak bermain HP jika tidak ada kepentingan. Coba hitung seberapa banyak waktu kita yang sudah terbuang sia-sia sebab gadget.
2. Recharge Jiwa
Ga cuma jasmani kita yang butuh makanan, ruh kita juga butuh asupan loh, ini penting banget buat menekan hormon stress dalam diri yaitu adalah dengan meningkatkan kualitas spiritual kita. Kestabilan emosi seseorang itu bisa didapat dengan jalan mendekatkan hubungan kita dengan sang Pencipta. Kalau mengamalkan ibadah wajib itu rasanya biasa tapi kalau mau naik level usahain amalan sunnah itu dikerjakan, karena ini bukan cuma bertujuan menambah amal baik tapi juga memperkuat keimanan agar batin kita damai serta Rahmat Allah S.W.T. senantiasa menyertai kita.
Ketika seorang hamba tengah melakukan ibadah pasti mereka juga banyak merenung tentang hidup mereka, mengevaluasi, lalu outputnya baru sampai ke level perbaikan kualitas ibadah secara Istiqomah. Dengan meningkatkan kualitas Ibadah, kita jadi ga merasa cemas buat bekerja karena kita tahu bahwa selama niat kita bekerja adalah untuk beribadah maka semoga lelah kita akan menjadi Lillah.
3. Reconnect dengan teman
Cara menikmati hari libur itu kan beda-beda terlebih kalau libur idul Fitri biasanya dipakai buat family time atau me time, coba deh sempatin ngobrol dengan teman walaupun ga harus lama .
Aku orangnya mageran sebenarnya lebih suka me time pas weekend tapi kalau buat long holiday aku selalu berusaha reconnect dengan teman-temanku tujuanya silaturahim tapi dengan kita nyempatin ketemu dan ngobrol dengan orang lain nantinya bakal banyak insight juga yang bisa kita peroleh.
Terlebih kalau kita sharing seputar rutinitas kerja kita dan teman kita sharing hal serupa, kita jadi tahu bahwa semua orang pada dasarnya memang punya kesibukan yang sama demi memenuhi kebutuhan hidup mereka, di dalam bekerja aku yakin semua orang pasti pernah melewati fase neraka psikologis mereka masing-masing dimana kehidupan pekerja itu emang keras. Dengan sharing pengalaman harapanya bisa menambah wawasan dan mengubah cara berfikir kita ke arah yang lebih baik.
Selain sharing hal positif yang aku syukuri setelah reconnect dengan teman adalah aku dapat support dan yang ga kalah penting lagi adalah Doa. Saling mendukung dan saling mendoakan teman-teman yang juga tengah berjuang bisa menambah semangat kita biar kita terhindar dari holiday blues.
4. Reset Mindset
Selama waktu liburan alangkah baiknya kita maksimalkan untuk mengatur ulang mindset kita, meng-upgrade diri bagaimana agar kita bisa lebih tangguh lagi sehingga kita jadi bisa lebih siap ketika mau memasuki hari produktif.
Caranya adalah dengan kita berguru dengan orang-orang yang profesional, misalnya banyak tokoh publik yang sukses meraih mimpi mereka dan berhasil dalam karier mereka, setelah mengetahui hal tersebut kita harus cari tahu apa tips-tips atau rahasia mereka sehingga bisa sukses seperti sekarang, misalnya kita bisa liburan ke luar negeri buat berguru dengan steve jobs, Michelle obama, Oprah Winfrey, Bill Gates dll
tapi kayaknya ga mudah ya? pasti butuh biaya fantastis tapi tenang aja kita tetap bisa menyelami mindset orang-orang hebat tanpa keluar rumah yaitu dengan membaca buku. Buku adalah benda yang menurutku amat sangat powerfull, membaca buku bisa membuat kita serasa teleportasi seakan-akan belajar ke seluruh penjuru dunia dengan low budget
bayangin bahwa pembuatan buku itu emang ga mudah, buku bisa jadi merupakan buah dari pemikiran penulis secara bertahun-tahun, perlu upaya dan kerja keras dibalik pengalaman penulis tapi hanya dengan membeli dan membacanya kita bisa menikmati manfaat pengalaman dari penulis baik kesuksesan maupun kegagalan mereka tanpa harus mengalami hal tersebut.
Dengan membaca pikiran kita bakal ter reset yang awalnya penakut,pemalas menjadi lebih berani bergerak. Dengan menyempatkan waktu untuk membaca selama liburan selain mencegah holiday blues manfaat dari membaca itu sendiri bakal bisa kita rasain juga ketika sudah waktunya masuk masa produktif kembali ke dunia kerja seperti biasa.
5. Bangun habit jangan sampai tidur kurang dari 7-8 jam
Waktu liburan kita seringnya menyepelekan jam tidur padahal cukup nggaknya tidur itu berpengaruh besar terhadap kesehatan dan mood kita, mostly orang-orang yang tidur dibawah 7 jam mereka ga stabil secara emosional. Menurut risetku sendiri orang-orang yang kurang tidur itu cenderung sensitif dan gampang marah jadi kita harus jaga pola tidur yang baik supaya sisa hari libur yang ada besoknya bisa kita manfaatin semaksimal mungkin.
Komentar
Posting Komentar