Pretty Privilege, Keuntungan atau Kebuntungan?

 Hak istimewa yang dimiliki seseorang atau sekelompok orang tetapi tidak dimiliki oleh orang lainya itu adalah definisi dari privilege. Kalau ngomongin soal privilage pasti yang terlintas pertama kali dipikiran orang-orang adalah tentang kelas sosial ekonomi seorang billionaire atau orang yang memiliki jumlah harta kekayaan fantastis

 sehingga keturunan-keturunan mereka sudah pasti memiliki kehidupan sangat layak. Tapi sebenarnya nggak cuma itu, privilege macamnya banyak ada agama, gen, ras, gender, kewarganegaraan, pendidikan,dll yang intinya hanya bisa dimiliki oleh sesorang/ sekelompok orang tertentu.  

Dari sekian banyak macam privilege yang ada aku bersykur aku punya dua privilege yang memudahkan hidupku yaitu yang pertama privilege agama, Terlahir dari keluarga muslim memudahkanku dalam belajar Islam lebih dalam sehingga pasca lulus SMA aku yang sedang dalam pencarian jati diri waktu itu memutuskan untuk lebih mendalami agama Islam. 

Meski sudah terlahir dari keluarga muslim namun aku memilih sendiri Agamaku ini, keluargaku pada dasarnya didominasi umat Kristen jadi selain ke Masjid untuk mengaji semasa Kecil aku juga pergi ke gereja bahkan SMAku di sekolah Katolik. 

Aku melakukan proses pencarian panjang  dan mempelajari beberapa agama lain seperti Kristen dan Budha yang pada akhirnya aku memutuskan Islam adalah agama yang menurutku paling benar tidak ada keraguan sedikitpun bagiku atas Islam, aku bangga bisa menjadi seorang muslimah meski masih amatir haha. 

Ada satu privilege lagi yang kumiliki dan menjadi highlight dari tulisanku kali ini, yaitu Pretty Privilege, privilege berupa wajah cantik, walaupun sebenarnya menurutku biasa saja namun orang-orang bilang aku cantik secara visual. 

Aku memang beruntung mewarisi gen dari ayahku yang terbilang good looking tapi kalau hanya cantik sepertinya diluar sana banyak juga perempuan cantik lainya, sekarang zaman sudah maju kalaupun tidak cantik dari lahir bisa perawatan dengan skincare atau treatment ke klinik kecantikan, 

selama mempunyai uang sepertinya tidak sulit bagi seseorang untuk memiliki tampilan yang rupawan. Jadi orang cantik itu memang enak sering dibantu ketika susah oleh lawan jenis sebab memang menarik perhatian namun dibalik kemudahan itu menjadi orang cantik sejauh ini banyak juga hal yang justru menjadikan privilege jenis  ini sebagai masalah bagi pemiliknya. 

Banyak hal sulit yang aku lewati sejauh ini,   kalau dinilai dari karakterku aku bukan tipe perempuan girly yang feminine, aku justru cenderung tomboy dan cuek. Aku nggak pernah kepo dengan urusan atau hidup orang lain dan aku nggak terlalu suka jadi point of view sehingga lifestyle ku cukup tertutup

kalau semisal ada orang gabut pengen tau rutinitasku yang ada mereka gak bakalan menemukan hal menarik, i've extraordinary boring life. Aku gak suka menampakkan kehidupan pribadiku im a very quiet person, i keep all my privacy safe. 

Tapi anehnya dengan semua fakta itu nggak mengurungkan niat seseorang juga buat nggak ngusik hidupku biarpun aku anti debat dan aku nggak suka terlibat banyak hal dengan orang-orang toxic yang suka mengusik hidup orang, tapi tetap selalu hidupku berdampingan dengan orang rese yang seneng menjadikan aku saingan. 

At first, kalau ngomongin soal saingan hal yang bikin aku heran adalah mostly orang-orang itu nggak sadar apa ya kalau manusia itu punya kelebihan masing-masing? aku kebetulan aja dapat privilege tampang cakep tapi orang-orang yang iri dengki sama aku itu juga nggak kalah saing sebenarnya. 

Bedanya mereka punya privilege lain, aku lahir dari keluarga biasa, lulus kuliah dari PTN biasa yang biaya per semesternya terbilang murah, aku bukan tergolong anak pinter, biasa aja intinya kalah jauh dibanding orang-orang yang suka ngomongin aku dibelakang. 

Seandainya aja orang-orang itu paham bahwa semua orang itu punya value yang berbeda pasti nggak bakalan ada orang insecure karena sadar bahwa semua dari kita itu punya hak istimewa masing-masing yang masih wajib disukuri.

Pernah ada suatu momen dimana aku ngerasa bahwa jadi perempuan cantik itu cape juga, dari semasa sekolah, kuliah, kerja banyak orang kompetitif yang ngejadiin aku lawan mereka meski aku nggak pernah ngajak berkompetisi. 

Dari kecil aku selalu dididik sopan jadi dengan siapapun aku selalu menjaga etika dan tata krama sehingga mungkin alih-alih orang yang sering menolongku itu memandangku dari fisik sepertinya mereka lebih memndang dari sikapku saja. 

Pernah suatu ketika atasanku di tempat kerja mengajakku ngobrol dan membantuku membawa file dokumen (karena saat itu memang berat bawaanku ) saat jam kerja, sepertinya perlakuan atasanku itu dianggap berbeda dari perlkuan biasa yang diterima seniorku lainya, Aku jarang disuruh melakukan pekerjaan berat yang melelahkan secara fisik 

karena mengetahui hal itu sepertinya membuat cemburu senior-seniorku yang lain karena katanya pada masa mereka masih awal masuk kerja tidak pernah mendapatkan  perlakuan sebaik yang kuterima, 

mereka mengatakan didepan mata kepalaku sendiri kata-kata protes sebab bagi mereka sepertinya aku diistimewakan. Terlepas dari aku benar-benar diperlakukan berbeda atau tidak namun sepengetahuanku seniorku yang memprotes itu memang angkuh dan kurang memiliki empati serta etika yang baik 

Menurutku faktor utama yang menjadikan seniorku dulu semasa masih junior kurang mendapat respon positif dan perhatian dari atasan mereka adalah karena sikap mereka kurang mencerminkan pribadi yang sopan.

 Tidak enak bukan ? sering menjadi bahan omongan orang-orang kurang kerjaan yang mencari kesalahan-kesalahan kita, ya begitulah faktanya memiliki privilege tidak selalunya menguntungkan. Tidak jarang juga aku mendapat cat calling dari orang-orang asing  itu juga rasanya amat mengganggu, 

jadi semoga dengan mengetahui fakta ini dapat menjadikan pandangan bagi teman-teman diluar sana bahwa jangan pernah insecure dengan fisik kita, banyak juga orang cantik yang menjadi korban kekerasan, pelecehan di ruang publik, verbal abusif dll.

 Semua dari kita pasti punya privilege masing-masing. Contoh lagi temanku ada yang jadi korban sesama rekan kerja, bahkan jadi korban bullian gara-gara temanku memang paling cantik di perusahaan tempat dia kerja dia sering mendapat perhatian bosnya karena selain cantik temanku ini pintar dan santun, naasnya dia sering di fitnah dan di gunjing sampai mentalnya tidak kuat dan akhirnya resind.

 Coba kita bayangin yang terluka nggak cuma temanku tapi juga keluarganya, ayah ibunya yang ngebesarin dia dan kariernya yang dihancurkan sesama rekan kerja, nggak cuma  satu atau dua orang yang mengalami hal serupa dan cerita ke aku. Jangan sampe ketika kita ngga suka sama pencapaian orang lain kita berubah jadi manusia jahat dan suka merendahkan sesama, lebih baik fokus ngeimprove diri sendiri.

 Please lah woman support woman jangan suka bersikap kompetitif berlebihan apalagi sampai menyakiti sesama perempuan ya guys kita semua cantik pada dasarnya, cantik itu nggak melulu soal rupa, ada yang cantik hatinya, cantik mannernya, cantik kapasitas keilmuanya, cantik imanya,dll  inner beauty itu yang bakal mencerminkan keindahan seseorang secara lebih murni.

 Lagian cantik lahiriyah itu cuma titipan nggak lama tapi kalau cantik batin bakalan kekal dan bisa jadi alasan kita mendapatkan tempat terbaik disisiNya kelak.









Komentar

Postingan Populer