Think twice, dont be mad
At first take a deep breathe, inhale exhale and think twice about that problem. Setelah berfikir ulang coba cermatin baik-baik gimana maregulasi perasaan marah dengan baik tanpa menyakiti orang lain, hal ini emang gak mudah dan perlu latihan tapi kalau udah jadi habit percaya deh kita bakalan bertemu versi diri kita yang lebih baik.
Seringnya orang itu ketika menghadapi suatu hal yang nggak sesuai dengan apa yang dia inginkan langsung emosi dan nggak jarang juga bisa meledak ledak out of control.
Sebagai manusia biasa kalau kita marah tapi marah dengan cara yang benar dengan waktu dan orang yang tepat apakah bisa?. Banyak contoh kejadian orang marah-marah ke orang yang salah akibat dari permasahalan-permasalahan yang sudah menumpuk sebelumnya di pikiran dan diledakkan ke orang yang justru nggak ada sangkut pautnya.
Kalau kata Umar bin Khattab Radiallahu Anhu "aku tidak pernah menyesali diamku tetapi aku berkali-kali menyesali bicaraku", selepas membaca kalimat itu aku langsung merasa oh iya ya bener banget kita banyak mengalami kerugian sebab amarah sesaat.
Bekerja sebagai legal officer di salah satu perusahaan swasta membuat aku harus berhubungan dengan banyak orang asing, pernah aku di marah-marahin orang via telephon karena kesalah pahaman, gara-gara nggak kuat dengan omongan kasar klien aku tutup telephon sepihak dan klien tersebut langsung makin menjadi jadi. Respon pertama waktu dimaki-maki klien aku kesel banget dan rasanya pengen aku maki-maki balik tapi ya mustahil kan,
pertama tama aku tarik nafas lalu aku buang terus aku bilang ke diri aku sendiri : "aku anak baik aku nggak boleh menyakiti orang lain aku harus hati-hati dalam berbicara, tenang relax semua akan berjalan lebih baik kalau dihadapi dengan sabar dan pikiran yang jernih, semua bakalan baik baik aja".
Setelah aku nata pikiran aku sadar bahwa aku emang gak boleh marah karena emang ini tanggung jawabku sebagai karyawan yangmana harus profesional, kalau pihak orang lain berkata-kata yang tidak sepatutnya dilontarkan ya biarin aja itu akhlak dia, tapi akhlakku nggak boleh begitu.
Wajar kog selama bekerja kita bakalan ketemu dengan berbagai macam karakter manusia yangamana itu juga berpotensi menimbulkan konflik di hidup kita, tapi jangan khawatir selama kita bisa lebih meregulasi emosi disaat itulah kecerdasan emosional kita tumbuh.
Menjadi orang dewasa emang mewajibkan kita untuk memiliki kesabaran seluas samudera karena hanya dengan begitu kita bisa bertahan hidup dan mencukupi kebutuhan, kalau kita nggak sabaran kita bakalan kehilangan hal-hal berharga. Dan lagi ini yang nggak kalah penting juga ketika ada sedikit kesalahpahaman sama orang tua aku selalu bilang ke diri sendiri :
"aku anak baik aku anak berbakti dan orang tua adalah wakil Allah Subhanawata'ala di dunia jadi aku harus memuliakan mereka, pantang bagiku meninggikan nada bicara".
Perasaan marah, sedih, kecewa itu manusiawi kog kita semua pasti mengalami tapi hati-hati marah itu adalah hawa nafsu yang bakal merusak segalanya so sebagai orang dewasa kita harus bisa pinter-pinter meregulasi emosi supaya ketika marah kita nggak kalut dan bisa menyiapkan respon terbaik tanpa menyakiti orang lain.
Komentar
Posting Komentar