Learn to stand with your own feet

Belajarlah berdiri di kaki kita sendiri karena nggak ada orang lain yg punya tanggung jawab buat nolong kita, kalimat tadi mungkin emang terkesan kejam tapi begitulah cara dunia berjalan, semua orang sibuk dengan urusan hidup mereka masing-masing, begitupun juga kita.

 Semakin waktu berjalan people come and go, naturally as a human being ofcourse aku sedih merasa ada bagian dari diri aku yang hilang ketika aku kehilangan orang-orang yang aku sayangi tapi mau gimana lagi? 

Kita gapunya kendali atas segala hal yang diluar diri kita jadi mau nggak mau kita harus menerima fakta bahwa segala hal termasuk manusia itu bersifat duniawi , nggak kekal dan mereka punya batas waktu mereka masing-masing di hidup kita. 

Mengetahui fakta ini membuat aku lebih menghargai waktu bersama orang-orang baik yang Allah kirim dalam hidupku dan memperlakukan mereka sebaik mungkin. Dulu semasa sekolah-kuliah aku punya banyak teman baik tapi seiring berjalannya waktu komunikasi kami juga ngga seintens dulu, 

banyak yang sudah menikah punya anak sehingga mungkin fokus mereka ya untuk keluarga. Sebagai orang yang belum berumah tangga aku kadang ngerasa juga ada bagian dari diri aku yang hilang aku kangen sama temen-temen baikku walaupun ya masih bisa komunikasi tapi suasananya udah pasti beda. 

Hal yang aku pelajari dari kejadian ini adalah kita gaboleh bergantung pada orang lain, at the end of the day all u hv is your self, just your self jadi kita harus punya mentalitas yang kuat buat menghadapi dunia ini tanpa mengharapkan bantuan orang lain. 

Makin lemah mentalitas seseorang hidupnya cenderung berkelompok, orang-orang seperti itu nggak bisa independen karena terbiasa bergantung dengan orang lain tapi sebaliknya kalau kalian ngelihat seseorang sudah berani berjalan sendiri, 

mengimprove diri & berubah ke arah yang lebih baik percaya deh orang-orang seperti itu adalah orang hebat. Kita adalah pemegang tanggung jawab utama atas diri kita, jadi sebagai driver kita harus pinter pinter memanage diri untuk berusaha lebih mandiri dan menguasai segala hal yang kita perlukan.

 Waktu nulis blog ini jujur aku sedang merasa kehilangan banget aku sedih karena atasanku ditempat kerja yang sudah aku anggap sebagai keluarga terpaksa resind karena tiba-tiba sakit, aku terpukul tiap hari nangis bahkan mau tidur sulit soalnya beliau nggak cuma aku anggap kolega tapi juga ayah dan guru spiritual yang selalu nguatin aku ketika tengah mengalami guncangan di tempat kerja. 

Secara fasilitas memang bekerja di kantor itu nyaman dan bersih tapi namanya tempat kerja pasti tidak semua hal bisa membuat kita nyaman entah lingkungan, job desc, atau salary tapi meski ada beberapa hal yang  menurutku sulit aku handle dengan baiknya Allah menganugerahkan aku atasan yang amanah dan baiknya luar biasa meski sayang 2 tahun setelahnya beliau harus istirahat dan tidak bekerja lagi di tempat yang sama denganku. 

Kejadian ini bukan yang pertama kalinya bagiku kehilangan sosok kolega yang baik tapi aku masih terpukul berat sampai akhirnya aku ingat kata-kata beliau "apapun yang terjadi dalam hidup, kita harus khusnuzon kepada Alllah karena yang terjadi selalu ada ilmu dan hikmah untuk kita kedepanya" , 

aku yakin apabila suatu saat nanti ada sesuatu perkara yang  sulit dan kemungkinan ga ada satupun orang yang bisa nolong aku justru Allah sendirilah yang akan nolong aku, aku nggak boleh bersikap seolah olah aku sendirian, ada 1 kalimat yang bikin aku tenang "kan ada Allah" dijelaskan dalam surat At-Taubah ayat 40, yang berbunyi "La tahzan innallaha ma'ana", yang artinya "Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita" . 

Mengetahui fakta itu kita seharusnya gaboleh berlarut larut dalam kesedihan. Kadang emang sesuatu nggak berjalan sesuai dengan keinginan kita, mungkin  karena ilmu kita terbatas jadi kita nggak bisa menavigasi diri dengan baik makanya setelah berikhtiar semampuku aku kembalikan lagi urusanku kepadaNya yang maha bijaksana. 

Di dunia ini semua fana kecuali Allah, nggak ada yang benar-benar bisa menjadi jaminan buat selalu ada untuk kita sekalipun kita punya segalanya nggak menutup kemungkinan bisa lenyap kapan aja. Taruh dunia ini sebatas di tangan jangan dihati, jangan pernah merasa "betul-betul memiliki" karena pada dasarnya semua yang ada dilangit maupun di bumi adalah milik Allah, kita cuman dipinjami. Ketika keadaan udah nggak sama ya kita harus ikhlas dan belajar untuk apa-apa harus bisa sendiri, harus lebih mandiri dari yg sebelumnya. 

Selalu ingatin diri kita bawa kita gaboleh lemah ,malu dengan hamba Allah pendahulu kita yang mempertaruhkan seluruh harta bahkan nyawa demi membela Agama Islam, tugas kita sekarang nggak sesulit mereka yang harus berperang dengan musuh, musuh kita ya diri kita sendiri iniloh yang harus berperang dengan kemalasan dan kelemahan diri. 

Mari menjadi lebih kuat dan berani untuk berjalan dengan kaki kita sendiri, mari kita tolong diri kita untuk senantiasa menjadi sebaik baiknya hamba Allah yang tangguh dalam menghadapi segala hal. 

Komentar

Postingan Populer